Sebagai masyarakat yang hidup di era modern, kita tidak bisa menghindari menghasilkan limbah rumah tangga non biodegradable. Limbah rumah tangga non biodegradable adalah jenis limbah yang sulit terurai oleh alam dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Contoh limbah rumah tangga non biodegradable antara lain plastik, kaca, logam, dan styrofoam.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Bambang Suharto dari Departemen Teknik Lingkungan, limbah rumah tangga non biodegradable memiliki dampak yang serius bagi lingkungan. “Limbah rumah tangga non biodegradable dapat mencemari tanah, air, dan udara. Selain itu, sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik juga dapat menjadi sumber penyakit dan merusak ekosistem laut,” ujar Prof. Bambang.
Salah satu contoh dampak negatif dari limbah rumah tangga non biodegradable adalah terjadinya pencemaran lingkungan. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah limbah plastik di Indonesia mencapai 6,8 juta ton per tahun dan hanya 10% di antaranya yang didaur ulang. Akibatnya, limbah plastik tersebut menumpuk di tempat pembuangan sampah dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Selain itu, limbah rumah tangga non biodegradable juga dapat membahayakan hewan dan tumbuhan. Dr. Yanti Setiawati, seorang ahli biologi lingkungan, mengatakan bahwa banyak hewan laut yang terperangkap atau memakan sampah plastik yang akhirnya menyebabkan kematian. “Kita harus lebih sadar akan dampak dari limbah rumah tangga non biodegradable dan mulai mengurangi penggunaannya,” kata Dr. Yanti.
Untuk mengatasi masalah limbah rumah tangga non biodegradable, diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan industri. Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mengatur pengelolaan limbah secara bijaksana, sedangkan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pemilahan sampah. Industri juga perlu berinovasi dalam menciptakan produk ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami.
Dengan mengenal limbah rumah tangga non biodegradable dan dampaknya bagi lingkungan, kita diharapkan dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Mari bersama-sama berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.